• Koalisi Lingkungan Jawa Timur

    1. Buntasyah, Bunta Pondesien 2. Cakrawala Timur, Surabaya 3. ChandraBhumi, Sidoarjo 4. Dewan Kota Surabaya 5. Dobrak, Mojokerto 6. Ecoton, Gresik 7. ELBUD (Lembaga Ekologi Budaya) 8. Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), Jatim 9. Forum Pemerhati Kehutanan Jember 10. Forum Perjuangan Rakyat (FPR), Mojokerto 11. FPLP (Forum Peduli Lingkungan Pesisir), Sidoarjo 12. Kawan Tani Lestari (Katari), Malang 13. Kelompok Belajar Sosialis (KBS), Surabaya 14. Klub Indonesia Hijau (KIH) Regional 3 Jawa Timur 15. Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) 16. Komunitas Perupa Peduli Lingkungan (KPPL), Sidoarjo 17. Langkah Hati, Madiun 18. LEM 21, Pacitan 19. Lembaga Advokasi Satwa (LASA) 20. LeSEHan, Lembaga Studi Ekologi Hutan, Madiun 21. Lesos, Mojokerto 22. LPKP, Malang 23. LSM Picket Nol, Jember 24. Malang Duta GKJW 25. Paguyuban Masyarakat Korban Jaker, Nganjuk 26. Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya 27. Paramitra, Batu 28. PKM (Paguyuban Kali Maron), Trawas, Mojokerto 29. Pletonik Jawa Timur 30. Posko Ijo, Gresik 31. PPHM (Paguyuban Pelestari Hutan Mojokerto) 32. PPLH Seloliman 33. PRM (Perguruan Rakyat Merdeka), Lumajang 34. PSLH Mangkubumi, Tulungagung 35. Sahabat Lingkungan, Mojokerto 36. Saka, Jember 37. SBMI, Madura 38. Solidaritas Korban Lumpur Lapindo 39. Uplink (Urban Poor Linkage) Surabaya 40. WALI (Wahana Lentera Indonesia) 41. Yamajo, Jombang 42. Yayasan Bina Alam Indonesia, Gresik 43. Yayasan Jatim, Mojokerto 44. Yayasan Kaliandra, Pasuruan 45. YMAI (Yayasan Mitra Alam Indonesia), Surabaya 46. YPKGM, Lumajang 47. YPP (Yayasan Pemberdayaan Perempuan), Malang 48. YTSB (Yayasan Titah Sari Bening), Mojokerto
  • Meta

  • Blog Stats

    • 6,450 hits

Semua Cagub Merusak Pohon

Ternyata, semua calon gubernur (cagub) sama-sama tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Tidak sebagaimana yang mereka janjikan dalam pidato, tidak sebagaimana isi Komitmen Lingkungan yang mereka tandatangani, mereka semua (sekali lagi: semua) tidak menghormati kelestarian lingkungan. Sekadar contoh kecil, cobalah menyusur Jalan A. Yani Surabaya, maka hampir semua pohon selalu ada poster Cagub yang ditempel dengan cara DIPAKU. Bukan hanya pohon besar, namun pohon-pohon kecil yang memiliki lingkar batang sekitar satu genggaman tangan pun dipaku.

Memang betul, dengan ribuan poster yang dipajang di jalan raya, maka cara yang paling mudah dan murah, yaa harus dipaku di pohon yang sudah ada. Cara ini dianggap lebih praktis ketimbang harus membuat tiang kayu sendiri, yang tentunya butuh biaya lagi. Tetapi, apakah lantas mengorbankan pohon seperti itu? Kalao soal-soal kecil seperti ini dianggap remeh, akan jadi preseden untuk kasus-kasus besar nanti. Jangan beralasan, “toh pohon tidak bakal mati karena sebuah paku”. Ingat, dalam kasus lingkungan, akibat selalu terjadi secara akumulatif. Namun yang jauh lebih penting adalah, sikap dan komitmen terhadap lingkungan itulah yang harus dikedepankan. Ibarat membuang 1 (satu) bungkus permen di jalan raya, kemudian melakukan pembenaran, “toh jalanan tidak bakal banjir, got tidak tersumbat, hanya gara-gara satu bungkus kecil permen.” Apa begitu?

Masihkah mereka layak kita percaya janjinya? Masihkah mereka kita percaya komitmennta? Jangan-jangan mereka lantas menyalahkan orang-orang suruhan, yang hanya demi sekadar upah lantas memaku pohon.

Kita tunggu perkembangannya, apakah para cagub memang masih layak diharapkan kepeduliannya?
Ayo, kita monitor terus gerak langkah mereka.
Salam
Henri Nurcahyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: