Di sepanjang Jl. Yani Surabaya, sejak dari bundaran Waru hingga menjelang jembatan Mayangkara, semua cagub ternyata menempelkan posternya dengan cara dipaku di pohon. Satu-satunya pasangan Cagub yang tidak memaku pohon hanya Kar-Sa. Apakah ini berarti Kar-Sa peduli nasib pohon Tunggu dulu.
Gambar Cagub Ka-Ji yang diproduksi Partai Patriot sangat mendominasi. Bukan hanya di sisi barat jalan, pohon-pohon yang di tengah jalan pun (jalur hijau) tidak luput dari tancapan paku poster Ka-Ji. Bahkan, pohon-pohon yang masih remaja pun tidak luput dari sasaran tancapan pakunya. Nampaknya Ka-Ji lebih mengejal kuantitasnya.
Posisi kedua adalah gambar Cagub pasangan S-R. Meski masih kalah banyak dibanding Ka-Ji, poster-poster S-R juga seenaknya memaku pohon. Termasuk, menjadikan sasaran pohon-pohon di jalur tengah. Sementara poster Cagub Salam dan Achsan hampir berimbang. Tidak begitu banyak. Namun sama-sama menyiksa pohon.
Satu hal yang secara jujur harus diakui, sepanjang jalan A. Yani itu, ternyata tidak ditemukan satupun poster pasangan Kar-Sa yang dipaku di pohon. Di beberapa titik dipasang baliho atau x-banner dengan ukuran lumayan besar yang menggunakan tiang penyangga kayu. Kalau toh memanfaatkan pohon, hanya sebagai kaitan untuk mengikat talinya.
Dalam pengamatan Kamis (10/7), saya sempat mengulang kembali jalur tersebut dari selatan ke utara. Ternyata, ditemukan poster-poster pasangan Kar-Sa yang juga dipaku di pohon. Dan itu terdapat di jalanan di sebelah selatan bunderan Waru. Bukan di wilayah Surabaya, namun sudah masuk Sidoarjo. Mungkin karena keterbatasan pohon, sampai-sampai harus berebut dengan poster Ka-Ji. (lihat foto).
Henri Nurcahyo
DIarsipkan di bawah: Uncategorized




