— On Tue, 7/8/08, Budi Wanto wrote:
From: Budi Wanto
Subject: [fkkm] keluar koalisi
To: “lingkungan milis”
Cc: “forum-pembaca-kompas@yahoogroups.comkompas” , “fkkm milis” , “media jatim” , “jambore_kebudayaan@yahoogroups.combudaya”
Date: Tuesday, July 8, 2008, 4:15 PM
Terimakasih banget cak Bagyo atas sarannya. Memang sejak awal menghadiri undangan pertemuan di wader kali ketintang oleh beberapa teman yang aktif dalam LH, saya selaku perwakilan dari ED WALHI JATIM sudah menegaskan kalau WALHI sangat OPOSISI terhadap prosesi Pilgub2an. jika mau jangan tanggung2 mengikatnya. Untuk lebih konkrit langsung menuntut pada Calon Gubernur. semisal kita batasi aja permasalahan Lingkungan Hidup jawa timur yang begitu kompleks dengan untuk menyelesaikan permasalahan lumpur lapindo saja. dari situ kita semua dapat tahu kemauan mereka.
ya karena koalisi dari beberapa LSM yang berwarna-warni ideologi dan tujuan ?
memang sudah dari beberapa agenda koalisi, saya sudah tidak terlibat.
maaf ya kepada beberapa teman2 koalisi.
Budi Siswanto
WALHI JATIM
JAWABAN:
Teman-teman, berikut ini surat balasan saya terhadap suratnya Budi Siswanto (Walhi) yang dikirim melalui mailist. Tolong dicermati.
Sedulurku Budi
Terima kasih atas penegasan sikapnya…
Setahu saya, sejak ada pertemuan pertama di warung wader, sikap Walhi (diwakili Budi) masih oke-oke saja. Bahkan pertemuan kedua, malah di sekretariat Walhi, Budi masih tetap oke. Lagi-lagi dalam pertemuan ketiga di stren kali, tidak ada (sekali lagi: tidak ada) pernyataan apapun dari Sdr. Budi terhadap langkah-langkah yang dilakukan Koalisi. Memang waktu itu, Budi punya pendapat yang berbeda dibanding teman-teman dalam hal membuat “seruan kampanye ramah lingkungan”. Menurut Budi, sebaiknya menjadikan kasus Lapindo sebagai “kepala” (itu istilah Budi) dari isu-isu yang lain. Dan karena teman-teman dari beragam LSM yang berbeda, maka pendapat Budi tadi tidak disetujui. Maka keputusannya adalah, masing-masing LSM dipersilahkan untuk membuat usulan atau masukan tersendiri kepada para cagub, dan secara bersama-sama diantarkan ke masing-masing Posko. Dan hal itu sudah dilakukan pada tanggal 4 Juli 2008.
Perlu diketahui pula, dalam pertemuan 2 Juli di kantor Perwakilan Kaliandra di Surabaya, Budi tidak hadir. Ketika saya telepon, dia beralasan sibuk mengerjakan tugas karena deadline. Saya minta wakilnya, katanya juga sibuk semua. Ya sudah, teman-teman jalan terus dan tetap berkhusnuzon bahwa Walhi masih seirama dengan Koalisi.
Nah, ketika Budi membuat surat seperti ini, maka saya sangat heran?
Apakah sikapnya gara-gara saran dari Sdr. Bagyo?
Sebagaimana saya uraikan di atas, selama ini TIDAK ADA pernyataan keberatan dari Budi (Walhi) terhadap langkah-langkah Koalisi. Jadi, omong kosong kalao Budi menyebut sejak pertemuan di warung wader (itu pertemuan pertama), Budi bilang bahwa Walhi sudah menyatakan oposisi terhadap pilgub-pilguban.
Saya sangat berharap sedulurku Budi tidak memelintir fakta dan mencari jalan selamat dengan menohok kawan seiring.
Dan kalau sekarang menyatakan keluar dari Koalisi (siapa lagi menyusul?), yaa monggo saja. Lha wong Koalisi tidak ada ikatan apapun kok. Masuk dan keluar nyaris gak ada bedanya. Biarlah teman-teman sendiri yang menilainya.
Okey. selamat berjuang buat Budi di jalan yang dipilihnya sendiri (tapi, sekali lagi, jangan menohok kawan seiring yaaa…. Sing gagah ngono lho… metu yo metu)
OK. Maaf kalao ada kata yang menyinggung
Salam
Henri Nurcahyo
__,_._,___
DIarsipkan di bawah: Surat-surat