sori hen saya hanya bisa monitoring perkembangan pilgub jatim lewat media yang ada di jkt, menurut harian tempo dan kompas tdk satupun calon yang menyinggung masalah lapindo dalam debat kandidat , tapi disanggah oleh beberapa calon , karena keterbatasan waktu sehingga gak sempat mengintrodusir issue lapindo, tapi biarlah kita monitoring aja kampanye yang msh panjang ini,
kalau menurut henri soal pemakuan pohon masih tetap dilakukan yah.. dari awal pembicaraan kita dengan teman2 di kaliandra kan sudah wanti2 kalau cagub tdk memperdulikan seruan dan komitmen yang disodorkan koalisi maka kecenderungan lsm lsm yang nota bene melek politik termasuk pendukung koalisi pasti akan bersikap EGP thdp pilkada kali ini EGP ( emang gue pikirin ) dan kalau itu terus menggelinding seperti bola salju maka itu adalah embrio EGP ( elemen gol-put), seharusnya itu yang harus dipertimbangkan oleh para cagub, mengenai keluarnya walhi lewat budi , saya rasa sdh cukup keras balasan email mu hen…budi pada saat pertemuan di stren kali memang tidak mampu meyakinkan teman 2 koalisi tentang “kepala” ,yah seharusnya seorang demokrat akan menghormati putusan yang telah disepakati, jangan buruk muka cermin dibelah, tapi gak apa2 hen… koalisi ini kan sudah menggelinding dan diketahui publik kendati pak tjuk sdh mengatakan GMLL mengundurkan diri tapi bunta pondesien ( untuk selanjutnya saya tetap bergabung dng koalisi atas nama “bunta pondesien”) sekali lagi hen ini atas nama pribadi boleh kan ? jangan dirubah kalimatnya ya “bunta pondesien”, jangan ikut2an senewen fren…. dengan pernyataan ” siapa lagi yang mau menyusul keluar dari koalisi?” kepala dingin aja hen…. sampai ketemu hen… di email berikutnya, wassalam bunta.
DIarsipkan di bawah: Surat-surat